HATIKU atau HATI SIAPA?
Hatiku di dalam tubuhku yang layu,apa wujudnya?
Hatiku, terselubung oleh selaput berdebu, apa dia baik-baik
saja?
Tak pernah sekalipun kulihat hatiku, mungkin dia membusuk
berbau
Tak sekalipun aku menjenguknya yang sejak saat itu telah
menderita penyakit kronis
Tak satu pun hari aku coba untuk membantu membalut lukanya
Apa kabar kau di sana?
Kulihat ia menggeliat, perlahan menahan sakitnya
Hatiku kini mengerang mempertahankan hidupnya yang sengsara
Kenapa aku begitu tega membiarkannya berbalur borok
bernanah?
Kasihan benar hatiku
Aku memperlakukannya seperti anak tiri yang tersia.
Tapi biarlah, mungkin akan kukubur saja sewaktu ia telah
mati nanti.
Tinggal tunggu waktu saja sebelum ia benar-benar sekarat dan
mati.
Saat itu aku tak akan menjadi manusia berdosa lagi dengan
membiarkannya terkulai sepi,
Terbaring sendiri.
Cepatlah mati saja biar ku tak sakit lagi membawamu dalam
tubuhku yang juga hampir mati.
No comments:
Post a Comment
Write me your comment